Rabu, 25 Maret 2015

Proposisi dan Penalaran



Jenis dan Bentuk Proposisi
·         Jenis proposisi terbagi menjadi empat, yaitu :
a.       Berdasarkan sifat
b.      Berdasarkan bentuk
c.       Berdasarkan kualitas
d.      Berdasarkan kuantitas

·         Bentuk proposisi
Berdasarkan dua jenis proposisi yaitu kualitas dan kuantitas, didapat empat macam proposisi yaitu :
a. Proposisi umum - positif – proposisi A
b. Proposisi umum - negatif – proposisi E
c. Proposisi khusus - positif – proposisi I
d. Proposisi khusus - negatif – proposisi O



Penalaran

Penalaran terbagi menjadi dua :
·         Induktif
Penalaran induktif adalah penalaran yang bertolak dari pernyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan umum.
Bentuk-bentuk penalaran induktif :
a.       Generalisasi
Proses penalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang menmpunyai sifat tertentu untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum.
b.       Analogi
Cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.
c.       Hubungan kasual.
d.      Salah nalar.

·         Deduktif
Penalaran deduktif adalah penalaran yang bertolak dari sebuah kesimpulan yang didapat dari satu atau lebih pernyataan yang lebih umum.
Jenis penalaran deduktif yang menarik kesimpulan secara langsung, yaitu :
a.       Silogisme kategorial
b.      Silogisme hipotesis
c.       Silogisme alternatif
d.      Entimen



daftar pustaka
http://larasatihendro.blogspot.com/2015/03/proposisi-dan-penalaran.html

Minggu, 04 Januari 2015

Thanks Mom, Dad, you are my inspiration.



Siapa yang tidak mengenal sosok ayah dan ibu? Semua orang memiliki dan pastinya menyayanginya dengan sepenuh hati. Ayah dan Ibu adalah orang yang menjadi inspirasiku.
Kenapa aku menjadikan Ayah dan Ibu sebagai Inspirasiku? Aku seorang perempuan berusia 19 tahun. Aku adalah anak tunggal di keluargaku. Setelah aku lahir, aku tidak langsung menjadi orang yang bisa diharapkan oleh orang tuaku. Aku masih kecil, belum tau apa-apa. Perlahan tapi pasti, Ibuku mengajari aku cara membalikkan badan, merangkak, berbicara, berjalan, membaca, menulis, sopan santun dan masih banyak lagi. Ibuku dengan sabar menjagaku, tanpa kenal lelah. Menjagaku ketika aku sedang sakit, menjawab setiap keingintahuanku dengan sabar. Walaupun sering mengeluh, tetapi Ibu tetap berusaha melakukan yang terbaik untukku.

Aku mulai sekolah, mulai mengenal dunia yang sebelumnya belum pernah kukenal. Ayah dan Ibuku mencarikan aku sekolah yang baik, menjagaku agar aku tidak terpengaruh ke pergaulan yang salah. Hingga aku duduk di bangku SMA, ayah dan ibuku selalu memberikan perhatian kepadaku, bahkan saat aku SMA aku masih diantar oleh ibuku kemanapun aku pergi.
Hal yang paling membuatku terpukul adalah ketika aku tidak bisa memenuhi keinginan mereka, mereka sangat ingin aku menjadi salah satu mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta. Aku dapat melihat raut wajah mereka yang sangat kecewa denganku, namun mereka tetap sabar, tegar, dan selalu mendukungku. Itulah mengapa aku menjadikan mereka sebagai inspirasiku, mereka yang tak pernah letih menjagaku hingga detik ini, mereka yang membuatku terus semangat menjalani hidup ini, semua yang mereka berikan kepadaku, aku mungkin tidak akan dapat membalasnya, tetapi aku berusaha agar dapat embahagiakan mereka suatu saat nanti. Sekarang aku menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta, sesuatu yang sedang aku perjuangkan untuk ayah dan ibuku.


Sabtu, 01 November 2014

RAGAM KEDOKTERAN



Dalam dunia kedokteran, terdapat bahasa – bahasa kedokteran untuk nama penyakit dan nama organ – organ dalam tubuh. Tulisan ini akan membahas bahasa kedokteran di bidang darah. Sel darah adalah semua sel dalam segala bentuk yang secara normal ditemukan dalam darah. Bagian sel darah terbagi menjadi 4, yaitu :

·         Plasma darah.
·         Sel darah merah atau eritrosit.
·         Sel darah putih atau leukosit.
·         Keping darah atau trombosit.

Pada sel darah putih, jumlah normalnya di dalam tubuh adalah 6000 – 9000 per ml, jika kurang dari 6000 maka tubuh seseorang akan mengalami kekurangan sel darah putih atau leukopenia, jika lebih dari 9000 maka tubuh seseorang akan mengalami kelebihan sel darah putih atau leukositosis, sementara jika perkembangan sel darah putih terlalu aktif, sekitar 200000 per ml, maka tubuh seseorang akan mengalami kanker drah atau leukemia.